Blog

  • Kapolda Sumsel Hadiri Rakor Nasional Pengamanan Idulfitri 1447 H

    Kapolda Sumsel Hadiri Rakor Nasional Pengamanan Idulfitri 1447 H


    Kapolda Sumatera Selatan menghadiri rapat koordinasi nasional lintas sektor yang membahas kesiapan pengamanan Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menyatukan langkah berbagai instansi untuk memastikan kelancaran arus mudik serta kenyamanan masyarakat selama masa perayaan hari raya.

    Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh berbagai kementerian, lembaga, serta unsur TNI dan Polri dari seluruh wilayah Indonesia. Melalui forum ini, seluruh pihak berupaya menyamakan strategi dan langkah kerja agar pengamanan Idulfitri dapat berjalan secara terpadu, terencana, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

    Selain membahas pengaturan arus perjalanan masyarakat, rapat koordinasi juga menyoroti berbagai langkah antisipasi terhadap potensi hambatan selama periode mudik. Upaya kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta aparat terkait menjadi kunci untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung dengan tertib dan lancar.

    Partisipasi Kapolda Sumatera Selatan dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen untuk terus memperkuat sinergi antarinstansi. Dengan kerja sama yang baik dan koordinasi yang matang, diharapkan pelayanan kepada masyarakat selama masa Idulfitri dapat berjalan optimal serta memberikan kenyamanan bagi seluruh warga.

     

     

  • Arahan Kapolda Metro Jaya Hadiri Pembukaan Rapim Polda Metro Jaya, Perkuat Komitmen Pelayanan untuk Masyarakat

    Arahan Kapolda Metro Jaya Hadiri Pembukaan Rapim Polda Metro Jaya, Perkuat Komitmen Pelayanan untuk Masyarakat

    Kapolda Metro Jaya bersama Wakapolda Metro Jaya menghadiri pembukaan Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Metro Jaya yang digelar pada Jumat, 6 Maret 2026, pukul 10.00 WIB di Gedung BPMJ.

    Rapim ini mengusung tema “Siap Mengamankan dan Menyukseskan Rencana Kerja Agenda Pemerintahan Guna Mendukung Transformasi Polri dalam Rangka Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat.” Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen jajaran Polda Metro Jaya dalam memberikan pelayanan terbaik, menjaga keamanan, serta terus membangun kepercayaan masyarakat melalui transformasi Polri yang lebih profesional dan humanis.

    #kapoldametrojaya
    #poldametrojaya
    #JagaJakarta+

  • Pemohon Mutasi BPKB Pelayanan di Seksi BPKB Cepat dan Baik di Polda Metro Jaya

    Pemohon Mutasi BPKB Pelayanan di Seksi BPKB Cepat dan Baik di Polda Metro Jaya


    Jakarta — Pelayanan di Seksi BPKB Polda Metro Jaya mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah satu warga, Nur Hasanah, yang mengurus mutasi masuk BPKB menyampaikan kepuasan atas pelayanan yang diberikan petugas pada Rabu (4/3/2026).

    Nur Hasanah mengaku proses pengurusan mutasi BPKB berjalan dengan baik dan respons petugas dinilai cepat sehingga memudahkan masyarakat dalam mengurus administrasi kendaraan.

    “Alhamdulillah cepat responnya,” ujar Nur Hasanah usai menyelesaikan proses pelayanan mutasi masuk BPKB.

    Ia juga menyampaikan bahwa secara keseluruhan pelayanan yang diberikan sudah baik dan tidak memiliki masukan khusus karena proses yang dijalani berjalan lancar.

    Pamin Seksi BPKB Polda Metro Jaya, Ipda Feri Prasetyo, mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pengurusan administrasi kendaraan seperti penerbitan dan mutasi BPKB.

    Menurutnya, pelayanan yang cepat, transparan, dan ramah merupakan komitmen jajaran BPKB Polda Metro Jaya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional.

    “Melalui pelayanan yang optimal, kami berharap masyarakat dapat merasakan kemudahan serta kenyamanan dalam mengurus administrasi kendaraan,” ujarnya.

    Pelayanan yang prima tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian, sekaligus menjadi bagian dari implementasi Polri Presisi dalam menghadirkan pelayanan publik yang modern dan humanis.

  • Kebersamaan Warga dan Kepolisian Terjalin dalam Kegiatan Futsal dan Night Run di Muara Angke

    Kebersamaan Warga dan Kepolisian Terjalin dalam Kegiatan Futsal dan Night Run di Muara Angke

     

    Kegiatan olahraga menjadi salah satu sarana untuk mempererat kebersamaan di tengah masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan perlombaan futsal dan night run yang diselenggarakan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok di Lapangan Ingub Muara Angke pada Rabu malam, 4 Maret 2026.

    Acara ini diikuti oleh warga dari berbagai lingkungan RW serta dihadiri oleh jajaran kepolisian dan tokoh masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan aktivitas positif selama bulan suci Ramadhan, sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat dan kepolisian.

    Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Aris Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pertandingan olahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan.

    “Kegiatan ini bukan semata-mata ajang kompetisi olahraga, tetapi menjadi wadah kebersamaan, persaudaraan, dan sinergitas antara Polres Pelabuhan Tanjung Priok dengan masyarakat.”

    Pertandingan futsal dilaksanakan dengan sistem gugur dan diikuti oleh beberapa tim dari lingkungan RW setempat. Selain itu, kegiatan night run juga diikuti oleh warga dengan penentuan pemenang berdasarkan waktu tempuh tercepat.

    Melalui kegiatan ini diharapkan semangat sportivitas, kebersamaan, serta hubungan yang harmonis antara masyarakat dan berbagai unsur di lingkungan sekitar dapat terus terjaga. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan tertib dan kondusif hingga acara selesai.

     

     

  • Polda Metro Jaya Gelar Peringatan  Nuzulul Qur’an 1447 H, Tanamkan Nilai Spiritual dalam Tugas Polri

    Polda Metro Jaya Gelar Peringatan  Nuzulul Qur’an 1447 H, Tanamkan Nilai Spiritual dalam Tugas Polri

    Jakarta – Polda Metro Jaya menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H/2026 M di Masjid Al Kautsar Polda Metro Jaya, Kamis (5/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, para Pejabat Utama Polda Metro Jaya, Bhayangkari, serta personel jajaran.

    Peringatan Nuzulul Qur’an ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pembinaan rohani selama bulan suci Ramadan di lingkungan Polda Metro Jaya. Kegiatan tersebut juga menghadirkan penceramah Ustaz Adi Hidayat yang memberikan tausiah kepada para peserta.

    Karo SDM Polda Metro Jaya Kombes Pol Dwita Kumu Wardana selaku ketua panitia mengatakan kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Telegram Nomor ST/258 Tahun 2026 tertanggal 4 Februari 2026 tentang arahan untuk menyemarakkan dan mengisi kegiatan Ramadan.

    Kombes Pol Dwita menjelaskan peringatan Nuzulul Qur’an bertujuan memperkuat pembinaan rohani dan mental personel. Melalui kegiatan ini diharapkan nilai-nilai Al-Qur’an dapat semakin tertanam dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

    “Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan iman dan takwa serta memperkuat profesionalisme personel agar dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dapat dilakukan dengan penuh keikhlasan dan integritas,” ujarnya.

    Kegiatan tersebut diikuti sekitar 2.000 peserta yang terdiri dari Pejabat Utama Polda Metro Jaya, personel kepolisian, Bhayangkari, serta anak-anak yatim. Peringatan Nuzulul Qur’an diharapkan dapat memperkuat nilai spiritual sekaligus meningkatkan semangat pengabdian personel Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

  • Polda Metro Jaya Peringati Nuzulul Qur’an 1447 H, Tanamkan Nilai Spiritual dalam Tugas Polri

    Polda Metro Jaya Peringati Nuzulul Qur’an 1447 H, Tanamkan Nilai Spiritual dalam Tugas Polri

    Jakarta – Polda Metro Jaya menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H/2026 M di Masjid Al Kautsar Polda Metro Jaya, Kamis (5/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, para Pejabat Utama Polda Metro Jaya, Bhayangkari, serta personel jajaran.

    Peringatan Nuzulul Qur’an ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pembinaan rohani selama bulan suci Ramadan di lingkungan Polda Metro Jaya. Kegiatan tersebut juga menghadirkan penceramah Ustaz Adi Hidayat yang memberikan tausiah kepada para peserta.

    Karo SDM Polda Metro Jaya Kombes Pol Dwita Kumu Wardana selaku ketua panitia mengatakan kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Telegram Nomor ST/258 Tahun 2026 tertanggal 4 Februari 2026 tentang arahan untuk menyemarakkan dan mengisi kegiatan Ramadan.

    Kombes Pol Dwita menjelaskan peringatan Nuzulul Qur’an bertujuan memperkuat pembinaan rohani dan mental personel. Melalui kegiatan ini diharapkan nilai-nilai Al-Qur’an dapat semakin tertanam dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

    “Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan iman dan takwa serta memperkuat profesionalisme personel agar dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dapat dilakukan dengan penuh keikhlasan dan integritas,” ujarnya.

    Kegiatan tersebut diikuti sekitar 2.000 peserta yang terdiri dari Pejabat Utama Polda Metro Jaya, personel kepolisian, Bhayangkari, serta anak-anak yatim. Peringatan Nuzulul Qur’an diharapkan dapat memperkuat nilai spiritual sekaligus meningkatkan semangat pengabdian personel Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

  • Kapolda Riau Harap Pemburu Gajah Dihukum Maksimal: Ini Kejahatan Luar Biasa

    Kapolda Riau Harap Pemburu Gajah Dihukum Maksimal: Ini Kejahatan Luar Biasa

    Pekanbaru – Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyebut perburuan gajah Sumatera di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan merupakan kejahatan luar biasa. Irjen Herry Heryawan meminta agar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau memberikan hukuman maksimal kepada para pelaku.
    “Saya minta tolong Pak Kajati, tolong dituntut dengan hukuman yang setinggi-tingginya. Karena ini adalah perbuatan berlanjut, bukan hanya satu atau dua kali. Ini adalah luka kita bersama,” ujar Irjen Herry Heryawan, Kamis (5/3/2026).

    VIDEO INVESTIGASI PERBURUAN GAJAH SUMATERA POLDA RIAU

     

    Kapolda menyebut kejahatan perburuan gading gajah di wilayah Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dan sekitarnya bukan terjadi kali ini saja. Polda Riau mencatatkan, sejak 2024 terjadi 8 kali tindak pidana kejahatan terhadap gajah liar.

    “Dari sindikat ini kita bisa mengungkap ada 8 kasus di 2024 (sebanyak 4 kasus), dibunuh gajah dengan cara ditembak 2025 ada 4 kasus,” imbuhnya.

    “Dan ternyata setelah dilakukan penyisiran dan olah TKP kembali masih ditemukan sisa-sisa tulang belulang kembali yang saat ini sudah dilakukan status quo, police line,” sambungnya.

    Irjen Herry Heryawan menyampaikan bahwa sindikat ini terorganisir dan berpola. Ia juga menegaskan bahwa perburuan terhadap gajah bukan sekadar tindak pidana biasa tetapi kejahatan luar biasa.

    “Ini bukan tindak pidana biasa. Ini adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) karena dilakukan dengan pola berlanjut, bukan kebetulan,” tegas Irjen Herry.

    Jenderal bintang dua ini menekankan bahwa gajah Sumatera adalah simbol keseimbangan alam Riau. Pembunuhan satwa ini demi keuntungan ekonomi sesaat adalah pengkhianatan terhadap mata rantai kehidupan.

    “Hutan Riau harus kita jaga, satwa liar harus dilindungi, dan hukum harus ditegakkan tanpa kompromi. Kejahatan terhadap satwa dilindungi adalah kejahatan terhadap kita semua,” pungkasnya.

    Dari hasil investigasi mendalam, tim akhirnya berhasil menangkap sindikat perburuan gajah Sumatera di beberapa lokasi terpisah dalam rangkaian operasi tanggal 18-23 Februari 2026. Para tersangka memiliki peran berbeda-beda, mulai dari eksekutor yang menembak gajah dan memotong gading, pemberi modal, pemilik amunisi, perantara, hingga penadah.

    Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan bahwa para tersangka memburu gajah Sumatera untuk mengambil dan memperjualbelikan gadingnya.

    “Dalam konstruksi perkara, FA berperan sebagai pemberi modal, penadah gading, pemilik amunisi, sekaligus pemotong gading,” kata Irjen Herry Heryawan dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Selasa (3/2).

    Dari 15 tersangka yang ditangkap, 8 di antaranya jaringan Riau dan Sumbar yang berperan sebagai eksekutor yang memotong kepala gajah, penembak, pemberi modal, penadah gading hingga perantara penjualan senpi ilegal. Mereka adalah RA (31), JM (44),
    SM (41), FA (62), HY (74), AB (56), LK (43), SL (43).

    Selain itu, Polda Riau juga menangkap 7 tersangka di daerah Jakarta, Surabaya, Kudus, dan Solo. Mereka berperan sebagai perantara hingga penadah gading gajah yang digunakan untuk pipa rokok. Ketujuh tersangka adalah AR (39), AC (40), FS (43), ME (49), SA (39), JS (47), dan HA (42).

    Sementara itu, Polda Riau saat ini menetapkan 3 orang tersangka dalam daftar pencarian orang (DPO), masing-masing berinisial AN, GL, dan RB. Mereka berperan sebagai penembak dan pemotong kepala gajah serta penadah gading.

  • Suara Keras Rocky Gerung soal Pembunuhan Gajah: Ini Soal Moral, Bukan Sekadar Hukum

     

    Suara Keras Rocky Gerung soal Pembunuhan Gajah: Ini Soal Moral, Bukan Sekadar Hukum

     

    Pengamat sosial dan akademisi, Rocky Gerung, menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus pembunuhan gajah di Sumatra yang dilakukan demi mengambil gadingnya. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk keserakahan manusia yang tidak memiliki pembenaran moral maupun rasional.

    Dalam pernyataan terbarunya, Rocky menegaskan bahwa gading bukanlah kebutuhan dasar manusia. Karena itu, tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan perburuan dan pembunuhan satwa liar hanya untuk kepentingan estetika, koleksi, atau perdagangan ilegal.
    “Gading gajah itu bukan kebutuhan dasar manusia. Karena itu, biarlah gading itu tetap tumbuh di tubuh sang gajah,” tegasnya.

    Menurut Rocky, apa yang telah diberikan alam kepada seekor gajah merupakan hak mutlak hewan tersebut untuk dipertahankan. Ia menyebut praktik perburuan gajah sebagai cermin krisis etika dalam relasi manusia dan alam—di mana eksploitasi sering kali mengalahkan empati dan tanggung jawab ekologis.

    Kasus pembunuhan gajah di Sumatra sendiri bukan persoalan baru. Perdagangan gading ilegal masih menjadi ancaman serius bagi kelestarian satwa dilindungi. Selain merusak keseimbangan ekosistem, tindakan tersebut juga mempercepat risiko kepunahan gajah Sumatra yang populasinya terus menurun akibat perburuan dan penyusutan habitat.

     

    Rocky pun mengajak masyarakat untuk melihat persoalan ini bukan sekadar isu konservasi, tetapi juga sebagai ujian moral kolektif. Ia menekankan pentingnya kesadaran bahwa manusia bukanlah pemilik tunggal bumi, melainkan bagian dari ekosistem yang saling bergantung.

    “Jika keserakahan terus dibiarkan, maka yang hilang bukan hanya gajah, tetapi juga nurani kita sebagai manusia,” ujarnya.
    Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan satwa liar membutuhkan lebih dari sekadar regulasi. Dibutuhkan perubahan cara pandang—bahwa menjaga kelestarian alam sama artinya dengan menjaga masa depan generasi mendatang.

     

     

     

  • Dilirik Dunia, BNN Jadi Role Model Seychelles

    Dilirik Dunia, BNN Jadi Role Model Seychelles

     

    Siapa sangka, strategi Badan Narkotika Nasional htpps://bnn.today dalam mengatasi masalah narkoba makin dilirik dunia internasional. Kali ini, giliran Seychelles yang terang-terangan menunjukkan ketertarikannya untuk mempererat kerja sama dengan BNN.

     

     

    Momen hangat ini tercipta saat Kepala Badan Narkotika Nasional RI, Suyudi Ario Seto, menghadiri undangan buka puasa bersama Duta Besar Seychelles untuk Indonesia, Nico Barito, di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/2).

    Bukan hanya sekadar makan bersama, pertemuan ini menjadi ajang diskusi serius tapi santai terkait penanganan permasalahan narkoba.

    Ternyata ini bukan kali pertama Seychelles berguru dengan Badan Narkotika Nasional, Seychelles diketahui sebelumnya sudah mengirimkan perwakilan untuk belajar secara langsung kepada BNN dalam bidang pencegahan dan rehabilitasi yang dijalankan BNN.

    Seychelles pun berharap suatu saat nanti Badan Narkotika Nasional dapat memiliki kantor perwakilan di negara mereka. Hal tersebut membuktikan bahwa sistem yang dibangun Badan Narkotika Nasional telah diakui sebagai role model dalam mengatasi permasalahan narkoba.

  • Kapolda Sumsel Gelar Program BELIDA, Tegaskan Komitmen Dukung Gerakan Indonesia ASRI

    Kapolda Sumsel Gelar Program BELIDA, Tegaskan Komitmen Dukung Gerakan Indonesia ASRI

    OGAN ILIR – Polda Sumatera Selatan menggelar Program *BELIDA (Bersih Lingkungan dan ASRI) sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah)*. Kegiatan berlangsung di *Terminal Timbangan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir*, Sabtu (28/2/2026), diawali apel kesiapan dan dilanjutkan aksi penataan lingkungan.

    Kegiatan dipimpin langsung Kapolda Sumsel **Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.*, didampingi Wakapolda Sumsel *Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P.* serta seluruh pejabat utama Polda Sumsel. Sejumlah unsur Forkopimda turut hadir, antara lain *Gubernur Sumsel H. Herman Deru*, *Kapoksahli Brigjen TNI Junaidi M, S.Sos., M.Si.*, *Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar, S.H., M.Si., M.I.Kom.*, Ketua Fraksi PKS DPRD Ogan Ilir *Eko Asnan*, Pabung Kodim 0402 *Mayor Cba. Ridwan Rohim*, Kasi Pidsus Kejari Ogan Ilir *Paul Dera Brata Sinulingga, S.H.*, serta Ketua Pengadilan Negeri *Dody Rahmanto, S.H., M.H.*

    Rangkaian kegiatan diawali dengan apel ASRI yang meliputi penghormatan pasukan, laporan komandan apel, amanat pimpinan apel, pembacaan doa, hingga foto bersama. Setelah apel, personel gabungan bergerak melaksanakan kegiatan lapangan berupa *pembersihan lingkungan,* *penataan drainase*, *penertiban rumput liar*, serta *penanganan jalan rusak atau berlubang* pada titik sasaran.

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumsel menegaskan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI mendukung program Asta Cita Indonesia Asri “Hari ini kita menindaklanjuti apa yang menjadi perintah Bapak Presiden, melaksanakan Gerakan Indonesia ASRI,” ujar Kapolda Sumsel.

    Kapolda menjelaskan, Polda Sumsel memberi identitas lokal pada gerakan tersebut melalui ikon Belida. “Di Sumatera Selatan kita memiliki ciri khas tersendiri, yaitu ikan Belida yang kita jadikan ikon untuk menciptakan nuansa yang berbeda, yaitu melaksanakan kegiatan bersih lingkungan dan ASRI di Sumatera Selatan, untuk mendukung program Bapak Presiden, selain itu kegiatan ini juga menunjukkan sinergitas Forkopimda baik di tingkat pimpinan provinsi